Cancer menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyebab utama kanker seringkali belum diketahui secara pasti. Salah satu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah melakukan tes skrining jika terdapat gejala tertentu. Selain dapat mengetahui adanya kanker lebih cepat, ada bebera manfaat yang bisa didapat jika Kita melakukan deteksi kanker lebih dini.
Indonesia telah menyelenggarakan upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis sejak sebelum kemerdekaan yaitu di zaman Hindia belanda dimana terdapat beberapa kegiatan TB. seperti Perkumpulan Centrale Vereniging Voor Tuberculose Bestrijding (CVT) yang dibentuk pada 1908 dan kemudian tahun 1939 didirikan 15 sanatorium untuk perawatan pasien TB paru dan 20 consultatiebureau yang memberikan penyuluhan dan pengobatan. Pun demikian dengan Malaria, Komando Presiden Soekarno untuk pemberantasan Malaria pada tanggal 12 November 1959 kemudian ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Nasional.
Pengumuman Lowongan Kerja Global Fund ATM Komponen TBC
Read More : https://tbindonesia.or.id/pembukaan-lowongan-technical-officer-akselerasi/
Sebagaimana kita ketahui setiap tanggal 24 Maret seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS). Hal ini menjadi momentum dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan peran serta seluruh masyarakat dalam Penanggulangan TBC.
Mewakili Kadinkes Riau, Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Dahlia Eka Okta membuka acara Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia yang diselenggarakan di Mal SKA Pekanbaru. Minggu (19/3/2023).
Dinkes Riau berserta Dinkes Kota Pekanbaru dan Puskesmas Rejosari melakukan Screening TB di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru. Rabu (15/3/2023).
Indonesia saat ini berada pada posisi kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia setelah India, diikuti oleh China. Insidensi kasus TBC di Indonesia adalah 354 per 100.000 penduduk, yang artinya setiap 100.000 orang di Indonesia terdapat 354 orang di antaranya yang menderita TBC. Situasi ini menjadi hambatan besar untuk merealisasikan target eliminasi TBC di tahun 2030.
Kadinkes Riau H. Zainal Arifin membuka acara Pertemuan Lintas Sektor (Kemitraan) dalam Upaya Penanggulangan Aids/HIV-Tuberkulosis-Malaria di Kota Pekanbaru yang diselenggarakan di Auditorium H. Ismail Suko Dispersip Riau yang ditaja oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Wilayah Riau. Rabu (15/3/2023).
Telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) polio Vaccine Derived Polio Virus tipe 2 (VDPV2) di Kabupaten Pidie, Aceh Utara dan Bireun Provinsi Aceh, dan dilaksanakan upaya penanggulangan salah satunya melalui pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional sejumlah 2 putaran diseluruh wilayah Provinsi Aceh.
Asisten I Setda Prov Riau H. Masrul Kasmy mewakili Gubri Syamsuar dan didampingi Kadinkes Prov Riau H. Zainal Arifin, SKM, M.Kes menghadiri pelantikan pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Riau Masa Bakti 2022 - 2027 serta Seminar Awam Waspadai Kanker dengan Deteksi Dini yang diselenggarakan di Pangeran Hotel Pekanbaru. Minggu (26/2/2023)
Kanker merupakan penyebab kematian utama pada anak remaja. Pada Negara dengan penghasilan tinggi, dimana terdapat layanan yang komprehensif dengan akses yang mudah dijangkau, lebih dari 80% kanker pada anak dapat disembuhkan, termasuk Indonesia. Ujar Kabid P2P Dinkes Prov Riau dr, Dahlia Eka Okta.
Peringatan Hari Kanker Sedunia 2023 Di Atrium Utama Mall Ciputra Seraya Pekanbaru, dihadiri Ibu Gubernur Riau Hj. Misnarni Syamsuar, Ibu Wali Kota Pekanbaru Raja Rilla Muflihun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau H. Zainal Arifin, SKM. M. Kes beserta Istri Ibu Feron Siska, dan Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau Ibu Hj Fariza.
Copyright © 2026, dinkes.riau.go.id