Turut Berperan Aktif Dalam Bidang Kesehatan, PATELKI Riau Siap Dalam Pemeriksaan TB dan HIV di Provinsi Riau

Pekanbaru – Sebagai salah satu Organisasi Profesi, PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik) turut berperan aktif dalam bidang kesehatan. Salah satunya ikut serta dalam pemeriksaan Laboratorium TB dan HIV yang telah ditetapkan dalam rencana aksi nasional kolaborasi TB dan HIV 2015-2019.

Minggu, (07/04/2019). PATELKI adakan seminar ilmiah dengan tema “Peran ATLM dalam Diagnosis Laboratorium Untuk Menurunkan Angka Kesakitan TB dan HIV di Provinsi Riau” bertempat di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Puskesmas, Dinkes Riau Gelar Pelatihan Manajemen Puskesmas Dengan Pendekatan Keluarga

Puskesmas sebagai unit utama pelaksana program kesehatan kepada masyarakat, memiliki peran yang sangat besar terhadap keberlangsungan kegiatan Manajemen Puskesmas dengan pendekatan keluarga. Upaya pendekatan keluarga tidak hanya berhenti pada pendataan kesehatan keluarga, namun dilanjutkan dengan analisis, perencanaan program kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif serta intervensi kuratif-rehabilitatif  yang dibutuhkan.

Demi Keberhasilan Pelaksanaan Imunisasi Rutin di Provinsi Riau, Dinkes Riau Gelar Pertemuan Teknis Dan Evaluasi Imunisasi

Kegiatan Imunisasi merupakan salah satu prioritas pemerintah sebagai salah satu bentuk komitmen baik secara nasional maupun global.       

Cakupan Imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata diseluruh wilayah termasuk Provinsi Riau. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan terjadinya daerah kantong yang akan mempermudah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

Masalah lain yang harus dihadapi adalah munculnya kembali penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yang sebelumnya telah berhasil ditekan, maupun penyakit menular yang baru.

Cegah Kasus DBD Semakin Bertambah, Kadiskes Riau Minta Masyarakat Galakkan Program 1 Rumah 1 Jumantik, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), 3 M Plus

Pekanbaru – Penyakit DBD di Riau perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Sebab dari data yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Riau ternyata terjadi kenaikan kasus jika dibandingkan dengan priode yang sama dengan tahun lalu.

Pertama Kali Digelar, Kadiskes Riau Hadiri Rapat Kerja Kesehatan Daerah Kabupaten Bengkalis

Kabupaten Bengkalis pada Tahun 2018 terjadi 32.029 kasus penyakit tidak menular. Dari jumlah tersebut, maka penyakit hipertensi menduduki peringkat teratas dengan jumlah 18.226 kasus (56,90 %).Kemudian kasus penyakit menular sebesar 12.156 kasus, dengan penderita terbanyak adalah penyakit diare sebesar 10.723 kasus (88,21 %).

Rangkul ORMAS dan Dunia Usaha, Demi Wujudkan Derajat Kesehatan Masyarakat Riau Yang Optimal

Pada saat ini orang-orang yang bekerja di sektor kesehatan harus menyadari bahwa diluar sektor kesehatan terdapat banyak peluang yang berasal dari sistem, lembaga-lembaga dan individu-individu yang bergerak diberbagai bidang. Sebaliknya orang-orang yang bekerja diluar sektor kesehatan harus menyadari bahwa kegiatan-kegiatan mereka berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Sebanyak 15 Dokter dan Bidan Provinsi Riau, Ikuti Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara Dan Leher Rahim

Peningkatan kejadian kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat karena menambah beban ekonomi dan sosial keluarga dan masyarakat. Dari 100 penderita PTM sebanyak 70 orang tidak menyadari dirinya mengidap PTM, sehingga terlambat  dalam penanganan yang mengakibatkan terjadinya komplikasi, kecacatan bahkan kematian. Upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) yang efektif perlu dilakukan untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau Lakukan Pemutakhiran Data SDM Kesehatan Tingkat Provinsi

Sumber Daya Manusia Kesehatan sebagai salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan sehingga memberikan fokus penting pada pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan guna menjamin ketersediaan, pendistribusian dan peningkatan kualitas mutu sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Dinkes Riau Tingkatkan Kemampuan SDM Dalam Implementasi Formularium Nasional (FORNAS) Dan Analisis Farmaekonomi Di Rumah Sakit

Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional, tata kelola obat harus menerapkan kendali mutu dan kendali biaya. Pemerintah telah menetapkan Formularium Nasional (FORNAS) sebagai kendali mutu dan E-catalogue obat sebagai kendali harga. Dalam upaya pencegahan korupsi, FORNAS dan E-catalogue diharapkan dapat merombak praktik korupsi dalam peresepan dan pengadaan obat. Melalui FORNAS, telah dipilih obat-obatan yang bermutu.

Terus Kembangkan Sistem ASPAK, Kali Ini Dinkes Riau Terapkan ASPAK Pada Penyusunan Sarana Prasana Alkes

Salah satu upaya untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan adalah  meningkatnya akses dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan yang dijabarkan dengan 2 (dua) indikator utama yaitu : (1) Jumlah kecamatan yang memiliki minimal 1 Puskesmas yang terakreditasi sebanyak 5.600 dan (2) Jumlah kab/kota yang memiliki minimal 1 RSUD yang terakreditasi sebanyak 481 kab/kota. Untuk memenuhi target tersebut maka sebagai langkah penentu adalah pemenuhan sararana prasarana dan alat yang sesuai standar.

Pages

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.