Rangkul ORMAS dan Dunia Usaha, Demi Wujudkan Derajat Kesehatan Masyarakat Riau Yang Optimal

Pada saat ini orang-orang yang bekerja di sektor kesehatan harus menyadari bahwa diluar sektor kesehatan terdapat banyak peluang yang berasal dari sistem, lembaga-lembaga dan individu-individu yang bergerak diberbagai bidang. Sebaliknya orang-orang yang bekerja diluar sektor kesehatan harus menyadari bahwa kegiatan-kegiatan mereka berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Sebanyak 15 Dokter dan Bidan Provinsi Riau, Ikuti Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara Dan Leher Rahim

Peningkatan kejadian kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat karena menambah beban ekonomi dan sosial keluarga dan masyarakat. Dari 100 penderita PTM sebanyak 70 orang tidak menyadari dirinya mengidap PTM, sehingga terlambat  dalam penanganan yang mengakibatkan terjadinya komplikasi, kecacatan bahkan kematian. Upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) yang efektif perlu dilakukan untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau Lakukan Pemutakhiran Data SDM Kesehatan Tingkat Provinsi

Sumber Daya Manusia Kesehatan sebagai salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan sehingga memberikan fokus penting pada pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan guna menjamin ketersediaan, pendistribusian dan peningkatan kualitas mutu sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Dinkes Riau Tingkatkan Kemampuan SDM Dalam Implementasi Formularium Nasional (FORNAS) Dan Analisis Farmaekonomi Di Rumah Sakit

Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional, tata kelola obat harus menerapkan kendali mutu dan kendali biaya. Pemerintah telah menetapkan Formularium Nasional (FORNAS) sebagai kendali mutu dan E-catalogue obat sebagai kendali harga. Dalam upaya pencegahan korupsi, FORNAS dan E-catalogue diharapkan dapat merombak praktik korupsi dalam peresepan dan pengadaan obat. Melalui FORNAS, telah dipilih obat-obatan yang bermutu.

Terus Kembangkan Sistem ASPAK, Kali Ini Dinkes Riau Terapkan ASPAK Pada Penyusunan Sarana Prasana Alkes

Salah satu upaya untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan adalah  meningkatnya akses dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan yang dijabarkan dengan 2 (dua) indikator utama yaitu : (1) Jumlah kecamatan yang memiliki minimal 1 Puskesmas yang terakreditasi sebanyak 5.600 dan (2) Jumlah kab/kota yang memiliki minimal 1 RSUD yang terakreditasi sebanyak 481 kab/kota. Untuk memenuhi target tersebut maka sebagai langkah penentu adalah pemenuhan sararana prasarana dan alat yang sesuai standar.

Kemenkes Bersama Dinkes Riau Sosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kepada Masyarakat Desa Sumber Makmur Kampar

Kampar – Selasa, (26/02/2018). Tim Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau berkolaborasi untuk mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Desa Sumber Makmur, Tapung, Kampar.

Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi, Tim Kemenkes RI didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dra. Dedi Parlaungan, Apt dan Tim Dinas Kesehatan Provinsi Riau  melakukan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Kampar.

Pemerintah Provinsi Riau Terima Sebanyak 76 Peserta Program Dokter Internsip Angkatan I

Pekanbaru – Rabu (06/02/2019). Bertempat di Hotel Grand Central, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan Provinsi Riau menerima sebanyak 76 peserta dokter internsip yang siap ditempatkan di 4 (empat) wahana yaitu Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kuantan Singingi dan Meranti.

Dari 4 wahana tersebut 76 peserta dibagi Kota Pekanbaru 19 orang, Kabupaten Siak 21 orang, Kuantan Singingi 18 orang, Meranti 18 orang.

Demi Percepatan Eliminasi Penyakit TB 2030, Dinkes Bentuk Struktur Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) Tuberkulosis Tingkat Provinsi Riau.

Pekanbaru – Kamis, (24/01/2019). Dinas Kesehatan Provinsi Riau adakan rapat pembentukan struktur KOPI Tuberkulosis bertempat di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Pada Rapat ini dihadiri sebanyak 35 orang yang berperan penting dalam eliminasi TB pada tahun 2030.

Tenaga Kefarmasian Harus Ikuti Program RPL, Untuk Meningkatkan Kompetensinya.

PAFI Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Provinsi Riau adakan Musyawarah Daerah dan Seminar Nasional yang diikuti sebanyak 280 orang peserta, bertempat di Gedung Aula Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, Minggu (20/01/2019).

Pada seminar kali ini PAFI Riau mengambil tema “Tingkatkan Kemampuan Tenaga Teknis Kefarmasian dan Asisten Tenaga Kefarmasian melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam menghadapi Darurat Narkoba”.

Tips Makan Sehat Selama Ramadhan

Video: 

Pages

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.