Skip to main content

Sinergitas Pelaksanaan Kekarantinaan Kesehatan Calon Jemaah Haji dan Umroh dimasa Pandemi Covid-19

Sinergitas Pelaksanaan Kekarantinaan Kesehatan Calon Jemaah Haji dan Umroh dimasa Pandemi Covid-19

Mewakili Gubernur Riau, Kadinkes Provinsi Riau Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM berikan kata sambutan pada acara Sinergitas Pelaksanaan Kekarantinaan Kesehatan Calon Jemaah Haji dan Umroh dimasa Pandemi Covid-19 yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru. Rabu, 24/11/2021.

Pemerintah Arab Saudi memang telah memberikan sinyal akan membuka kembali pelaksanaan ibadah haji. Dikarenakan Pemerintah Arab Saudi menyerukan agar jemaah haji di masing-masing negara diberi prioritas untuk memperoleh vaksin Covid-19. 

Dengan tetap dilaksanakan akan ada risiko kesehatan jemaah, risiko kenaikan biaya, risiko pembatasan jemaah, dan risiko penundaan keberangkatan (muncul permasalahan yang terkait dengandokumen, vaksin, manasik, akomodasi, transportasi, konsumsi, dan protokol kesehatan). Dengan kuota terbatas harus dibuat kriteria calon jemaah haji yang berhak berangkat, seperti dengan menggunakan kriteria umur. Skema ini akan membawa risiko, misalnya potensi calon jemaah berpisah dengan keluarganya (anak dengan orangtuanya, suami dengan istri).

Ditiadakan maka akan terjadi dua kali penundaanyang dapat mengakibatkan jemaah kecewa, sehingga pemerintah harus memberikan penjelasan kepada publik dan ada penguatan mental untuk jemaah haji yang tertunda keberangkatannya. Selain itu antrean jemaah haji akan semakin panjang dan lama "ujar Kadinkes Riau Mimi Nazir pada paparan yang diberikannya".

kategori_berita