PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memperkuat kolaborasi strategis dengan sektor swasta, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan layanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan pemangku kepentingan yang berlangsung pada Maret 2026 sebagai bagian dari evaluasi program 2025 dan pemantapan rencana aksi 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, S.Kep, MH beserta pejabat struktural melakukan Audiensi dengan pihak PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau. Selasa, 10/03/2026 di Ruangan Kadiskes Riau.
Sepanjang tahun 2025, kemitraan ini telah menjangkau 320 posyandu yang tersebar di 138 desa di lima kabupaten, yakni Pelalawan, Siak, Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti. Fokus utama program mencakup penguatan kapasitas 858 kader melalui pelatihan 25 keterampilan dasar kesehatan.
Memasuki tahun 2026, program menetapkan target ambisius untuk menurunkan prevalensi stunting sebesar 4,70%. Fokus intervensi akan diarahkan pada 34 desa "lokus stunting" yang hingga saat ini masih memiliki angka prevalensi di atas 10% berdasarkan data E-PPGBM 2024.
Selain stunting, penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) KIA menjadi pilar penting. Di Kabupaten Siak, program ini bermitra dengan 5 Puskesmas untuk meningkatkan kualitas layanan pemeriksaan kehamilan (ANC) dan penanganan kegawatdaruratan maternal serta neonatal. Sebanyak 25 tenaga kesehatan telah mendapatkan pelatihan intensif untuk memastikan layanan dasar bagi ibu bersalin dan bayi baru lahir dilakukan sesuai standar profesional.
Keberhasilan program ini bertumpu pada Komitmen Para Pihak. Pemerintah desa diharapkan mengalokasikan anggaran khusus untuk kesehatan, sementara pihak swasta terus memberikan dukungan pendanaan, penyediaan media edukasi, serta pendampingan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Dengan integrasi data yang akurat dari E-PPGBM dan pengawasan ketat melalui evaluasi tahunan bersama Dinas Kesehatan, Provinsi Riau optimis dapat menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman stunting. (AJ)