UPT PKKPSDM-KOM Dinkes Riau Bersama IBI Gelar Diklat Penjenjangan Bagi Bidan Terampil Ke Bidan Ahli

Bidan diakui sebagai tenaga profesional di dalam bidang kesehatan yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasihat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi dan memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.

Seorang bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.

Hari ini, Kamis (28/09/2017). UPT PKKPSDM-KOM Dinkes Provinsi Riau bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menggelar Diklat Penjenjangan Bagi Bidan Terampil Ke Bidan Ahli bertempat di Aula UPT PKKPSDM-KOM

Kegiatan diklat ini digelar selama 8 (delapan) hari dari tanggal 28 s/d 4 Oktober 2017 dan diikuti sebanyak 43 Bidan dari berbagai daerah di Provinsi Riau dan terbanyak dari Kota Pekanbaru.

Hj. Kasmarni, Amd. Keb, SST selaku Ketua IBI Provinsi Riau melaporkan “Pelatihan ini suatu pelatihan yang sesuai dengan Menpan 01 Tahun 2008 bahwa bidan yang memiliki pendidikan D-IV Kebidanan yang akan beralih jenjang dari bidan terampil ke bidan ahli salah satu syaratnya mengikuti jabatan fungsional bidan. Dan kita selaku organisasi profesi akan memfasilitasikan peserta diklat ini”, ungkapnya.

“Perlu diketahui, ini merupakan kegiatan yang ke-12 dengan swadana yang dilakukan oleh IBI. Peserta wajib mengikuti diklat ini selama 8 hari dan mudah-mudahan selama 8 hari kedepan dalam keadaan sehat dan bisa mengikuti diklat ini dengan baik”, tambahnya.

Sementara itu Kadinkes Provinsi Riau saat kata sambutannya mengatakan “Tentunya saya apresiasi terhadap kegiatan seperti ini karna sangat membantu program Pemerintah. Ini semua nanti akan berpengaruh ditempat pekerjaan masing-masing baik di Rumah Sakit, Puskesmas maupun Klinik. Perlu diketahui juga ibu-ibu sekalian merupakan ujung tombak kesehatan ibu dan anak terkait dengan program prioritas kesehatan ibu dan anak. Dan ini merupakan sesuatu yang harus ditujukan lebih dulu”, ujarnya.

Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt. MM berharap “Keberhasilan program kesehatan ibu dan anak ini sangat ditentukan oleh keprofesionalisme bidan yang ada di desa. Kita ketahui bersama pada setiap tahunnya diketahui semakin banyak lulusan bidan dari berbagai akademi di Provinsi Riau. Saya berharap ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui organisasi profesi IBI ini”.

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.