Saling Bersinergi, Dinkes Komit Tingkatkan Kualitas SDM Atasi Penyakit Infeksi Emerging

Selama 3 dekade terakhir, telah muncul tidak kurang dari 30 Penyakit Infeksi Emerging (PIE) dimana sekitar 75% PIE berasal dari penyakit zoonosis atau  penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat diperlukan dalam kesigapan, kewaspadaan dini, dan respon menghadapi penyakit infeksi emerging dengan peran Tim Gerak Cepat (TGC) yang ada di Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Sejalan dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) maka pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk PIE bisa disinergikan dengan mengutamakan tindakan promoif dan preventif melalui kegiatan promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pengendalian faktor risiko penyakit, deteksi dini dengan pendekatan keluarga”, ungkap Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Riau Muhammad Ridwan saat mewakili Kadinkes dalam Pembukaan acara Advokasi  dan Sosialisasi Penyakit Infeksi Emerging di Grand Zuri Pekanbaru tadi pagi (24/08/2017).

Muhammad Ridwan yang didampingi oleh Kasie Intervensi PIE Kemenkes RI dr. Lenny Luhukay bersama Kepala KKP Pekanbaru Sarifuddin Saragih pada saat pembukaan mengatakan, advokasi dan sosialisasi ini merupakan bagian penting dari upaya mengevaluasi kemampuan Kabupaten/Kota dalam pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi emerging. Bersinergi dengan berbagai elemen, meningkatkan koordinasi untuk tujuan yang sama serta dukungan baik dari lintas sektor maupun program diberbagai tingkat administrasi.

Pertemuan advokasi dan sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Kesehatan Se-Provinsi Riau, Lintas Sektor terkait diantaranya dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Riau, BPBD Provinsi Riau, Dinas Peternakan Provinsi Riau, Kepala KKP Pekanbaru, KKP Tembilahan, KKP Dumai, serta dari berbagai Lintas Program.

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.