Petugas Farmasi Dan Logistik dan Tenaga Lab TCM Ikuti Workshop Pencatatan dan Pelaporan SITB

Saat ini terdapat dua Sistem informasi Tuberkulosis yang digunakan diseluruh Indonesia, yaitu sm (Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu) untuk TB Biasa dan E-TB Manager (untuk TB Resisten Obat). Kekurangan menggunakan 2 (dua) software adalah : membuat kebingungan saat menginput data, data harus diinput 2 (dua) kali, Duplikasi data, Potensi hilangnya riwayat pengobatan pasien TB, tidak efektif dan tidak efisien.

Berdasarkan hal tersebut, Subdit TB telah mengembangkan Sistem Informasi TB (SITB) yang dapat digunakan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan kasus (TB sensitif dan TB Resistan Obat), pengelolaan logistik, laboratorium dan terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan lainnya (SIHA, SIM RS, dll). Pada tahun 2020 direncanakan Program Penanggulangan TB Nasional dalam melakukan pencatatan pelaporan dan analisis data TB menggunakan SITB. Pada pengembangan SITB ini Kementerian Kesehatan RI didukung oleh Challenge TB Project seperti pembuatan analisis situasi sistem informasi TB yang ada termasuk sistem informasi kesehatan lainnya, dan keputusan yang berkaitan dengan sistem informasi TB, pembuatan dokumen "High level Spesification", pembuatan "Technical Master Plan Document" dan pemilihan vendor untuk pembuatan software SITB.

Oleh karena itu, Dinkes Riau mengadakan Workshop Pencatatan dan Pelaporan Tuberkulosis Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, Selasa, 18 Februari 2020 dan dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, M. Ridwan, SKM, M.Kes.

Workshop ini diikuti oleh 53 orang peserta dari 12 Kab/Kota di Provinsi Riau yang terdiri dari Petugas Farmasi Dan Logistik dan Tenaga Lab TCM.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.