Pertemuan Pelaksanaan Program Pelayanan Darah Dengan Tingkatkan Kemampuan Teknis Nakes di Puskesmas

Pelayanan darah yang aman dan berkualitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk menurunkan angka kematian ibu. Di Indonesia, berdasarkan data rutin Direktorat Kesehatan Ibu tahun 2015, sekitar 30% penyebab kematian ibu adalah perdarahan sehingga untuk mencegah hal tersebut, masyarakat memerlukan akses terhadap pelayanan darah dalam jumlah yang cukup.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengadakan pertemuan Peningkatan Kemampuan Teknis Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Dalam Mendukung Pelaksanaan Quickwins Program Pelayanan Darah di Hotel Angkasa Garden selama 6 hari dari tanggal 2-7 Oktober 2017.

Peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang terdiri atas Dokter, Perawat, dan Bidan yang berasal dari kab/kota di Provinsi Riau yang dilatih oleh trainer dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Ditjen Pelayanan Kemenkes RI trainer Provinsi dari Training of Trainer (ToT) Pengelolaan Program Kerja Sama antara Puskesmas, Unit Transfusi Darah, dan Rumah Sakit dalam Pelayanan Darah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu Tahun 2016.

Menurut Permenkes No.92 Tahun 2015 tentang Pentunjuk Teknis Pelaksanaan Program Kerja Sama antara Puskesmas, UTD (Unit Transfusi Darah), Pelayanan Darah untuk menurunkan angka kematian ibu adalah untuk menjamin tersedianya darah yang aman bagi ibu hamil, bersalin dan nifas dan juga meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu untuk melakukan integrasi program kerja sama dengan P4K ( Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi), melakukan rekrutmen calon pendonor darah di Puskesmas, melakukan seleksi calon pendonor darah di peskesmas, serta melakukan monitoring dan evaluasi program kerja sama.

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.