Pentingnya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Sekolah

“Saat ini, Indonesia merupakan peringkat 3 terbesar jumlah perokok di Dunia dan nomor satu di ASEAN setelah Cina dan India. Dari data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2011, prevelensi merokok di Indonesia adalah 36,1%”, Ungkap Muhammad Ridwan, SKM, M. Kes selaku Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Riau Saat membuka acara Orientasi Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Sekolah Se Provinsi Riau, Rabu (11/03/2020).

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dalam sambutannya Kepala Bidang P2P menambahkan bahwa jumlah perokok di Indonesia terus meningkat. Hal ini menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat karena konsumsi rokok yang masih cenderung tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya yang dapat memberikan dampak buruh bagi kesehatan masyarakat lain yang ada di sekitar perokok.

Melihat Kondisi tersebut, perlu dilakukan pengendalian dampak bahaya rokok kepada masyarakat baik di lingkungan umum dan khususnya di Sekolah. Salah satu upayanya dengan menyediakan layanan upaya untuk berhenti merokok baik d tempat umum, Sekolah, lingkungan rumah dan tempat-tempat lainnya.

Kepada peserta Pertemuan dari Kabupaten/ Kota, Muhammad Ridwan, SKM, M. Kes di dampingi Kepala Seksi PTM mengharapkan nantinya dari orientasi ini peserta dapat menerapkan kebijakan kawasan Tanpa  Rokok (KTR) di Sekolah, Tempat Kerja maupun tempat umum lainnya.

“Saya Berharap peserta nantinya komitmen dan mampu bekerja sama dalam mensosialisasikan penerapan upaya berhenti merokok di sekolah, tempat kerja, maupun tempat umum lainnya,” Tutupnya.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.