PELATIHAN DETEKSI DINI DAN PENATALAKSANAAN GANGGUAN JIWA BAGI TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS

Dewasa ini masalah kesehatan jiwa semakin mendapat perhatian masyarakat dunia, satu atau lebih gangguan jiwa dan perilaku dialami oleh 25% dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya. World Health Organization (WHO) menemukan bahwa 24% pasien yang berobat ke pelayanan kesehatan primer memiliki diagnosis gangguan jiwa. Gangguan jiwa yang sering ditemukan di pelayanan kesehatan primer antara lain adalah depresi dan cemas, baik sebagai diagnosis tersendiri maupun komorbid dengan diagnosis fisiknya  (World Health Report 2001).

                Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, data nasional untuk gangguan mental emosional (gejala depresi dan cemas) yang dideteksi pada penduduk usia 15 tahun atau lebih dialami oleh 6% penduduk atau lebih dari 14 juta jiwa, sedangkan gangguan jiwa berat (psikotik) dialami oleh 1.7/1000 atau lebih dari 400.000 jiwa. Sebesar 14,3% dari gangguan psikotik tersebut atau sekitar 57.000 kasus mengatakan pernah dipasung. Tidak sedikit masalah kesehatan jiwa tersebut dialami oleh usia produktif, bahkan sejak usia remaja. Maka upaya-upaya dalam peningkatan kesehatan jiwa masyarakat, pencegahan terhadap masalah kesehatan jiwa dan intervensi dini gangguan jiwa seyogyanya menjadi prioritas dalam mengurangi gangguan jiwa berat di masa yang akan datang.

                Peserta pada pelatihan deteksi dini dan penatalaksanaan gangguan jiwa bagi tenaga kesehatan di puskesmas ini berjumlah sebanyak 38 orang yang terdiri dari 19 dokter umum dan 19 orang perawat. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk dapat melakukan penatalaksanaan kasus gangguan jiwa di puskesmas.

                Pelatihan deteksi dini dan penatalaksanaan gangguan jiwa bagi tenaga kesehatan di puskesmas ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Ruswaldi Munir, Sp.KO yang mewakili kata sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

                Selain itu, Provinsi Riau dalam bidang kesehatan juga mendapat bantuan berupa pemberian Ophtalmoscope sebanyak 20 unit dari ketua Yayasan Anyo Indonesia Ibu Pinta Manullang Pangabean kepada beberapa puskesmas di Provinsi Riau yang mewakili kabupaten/kotanya masing-masing. Serta mendapatkan pelatihan untuk mendeteksi dini kanker pada anak oleh dr. Edi Setiawan Tehuteru, Spa (k) Hematoonlogi yang bertempat di Hotel Golden Tulip Essential Pekanbaru, 21-26 Agustus 2017.

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.