Limbah Medis Dapat Berpotensi Memberikan Dampak Negatif Terhadap Masyarakat dan Lingkungan, Dinkes adakan Pertemuan Orientasi Limbah Medis Di Fasyankes

Pekanbaru (dinkes.riau.go.id) - Meningkatnya pembangunan bidang kesehatan khususnya Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang begitu pesat secara langsung mengakibatkan timbulnya limbah, khususnya limbah medis yang dapat berpotensi memberikan dampak negatif terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Mengingat limbah medis termasuk ke dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), maka limbah medis dari Fasyankes harus dikelola dengan benar dan aman. Untuk itu Dinas Kesehatan Provinsi Riau melalui Seksi Kesling dan Kesja nya melaksanakan kegiatan pertemuan orentasi limbah medis Fasyankes di Hotel Pangeran Pekanbaru. Dimana pertemuan tersebut dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, mulai dari tanggal 15 - 17 Juli 2019.

Senin (15/07/2019), Kadinkes Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Provinsi Riau Drs. Dedi Parlaungan, MH membuka acara pertemuan tersebut.  Dimana dalam pidato sambutannya beliau menyampaikan bahwa "pengelolaan limbah medis pada dasarnya menjadi tanggung jawab penghasil limbah medis Fasyankes " sampainya.

Beliau juga berharap "melalui pertemuan ini akan dihasilkan langkah konkrit dan peran nyata dalam mengelola limbah medis, sehingga semua kompunen berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan dan menurunkan dampak kesehatan akibat limbah medis".

Pertemuan ini diikuti oleh 60 orang Pengelola limbah medis Fasyankes yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah/Swasta se Provinsi Riau.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.