Dinkes Riau Tingkatkan Kemampuan SDM Dalam Implementasi Formularium Nasional (FORNAS) Dan Analisis Farmaekonomi Di Rumah Sakit

Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional, tata kelola obat harus menerapkan kendali mutu dan kendali biaya. Pemerintah telah menetapkan Formularium Nasional (FORNAS) sebagai kendali mutu dan E-catalogue obat sebagai kendali harga. Dalam upaya pencegahan korupsi, FORNAS dan E-catalogue diharapkan dapat merombak praktik korupsi dalam peresepan dan pengadaan obat. Melalui FORNAS, telah dipilih obat-obatan yang bermutu.

Formularium Nasional bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi pengobatan rasional dengan mengutamakan patient safety sehingga tercapai penggunaan obat rasional.

Sedangkan ilmu farmaekonomi merupakan salah satu keahlian yang harus dimilik oleh tenaga profesional farmasis, dokter atau tenaga kesehatan lain. Dengan melakukan analisis farmaekonomi, dapat diperkirakan setiap fasilitas kesehatan dapat melakukan terapi yang cost effective.

Drg. Zulfa Devisra Kabid Sumber Daya Kesehatan dan Kefarmasian selaku mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengatakan “Formularium Nasional bermanfaat sebagai pengaman bagi penulis resep, mengoptimalkan pelayanan kepada pasien”.

“Dengan adanya formularium Nasional ini maka pasien akan mendapatkan obat terpilih yang tepat, berkhasiat, bermutu, aman dan terjangkau, sehingga akan tercapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya,” ungkapnya.

Kamis, (21/02/2019). Dinas Kesehatan Provinsi Riau adakan Peningkatan SDM Dalam Implementasi Fornas Dan Analisis Farmaekonomi di Rumah Sakit. Pertemuan ini diikuti oleh 159 peserta yang terdiri dari (Klinisi, Instalasi Farmasi, Komite Medik, Bagian Penjaminan/Pembiayaan dan Bagian Rekam Medik) bertempat di Hotel Grand Zuri Pekanbaru.

Pertemuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses, ketersediaan, keterjangkauan dan mutu farmasi dan alat kesehatan.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.