Dinkes Riau Ajak Lintas Sektor Satukan Persepsi Pokjanal Posyandu

Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak-anak yang mengalami hambatan fisik dan/atau mental sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar, dan anak-anak yang akibat keadaan tertentu  mengalami kekerasan.

            WHO memperkirakan 7-10% anak Indonesia merupakan Anak Berkebutuhan Khusus. Masalah pada ABK merupakan masalah yang cukup kompleks mengingat anak-anak berkebutuhan khusus ini harus ditangani secara dini dengan baik dan keterampilan mereka dapat ditingkatkan sesuai dengan minat dan bakat mereka agar beban keluarga, masyarakat, dan Negara dapat dikurangi.

            Pendekatan yang tepat dalam pelayanan kesehatan bagi ABK masih sangat minim, oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengadakan Pertemuan Pelayanan Kesehatan Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2017 yang diadakan di Hotel Alpha Pekanbaru. Acara yang berlangsung pada tanggal 21-23 September 2017 ini diikuti oleh 30 orang yang terdiri atas Pengelola Program Kesehatan Anak Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Pengelola Anak Berkebutuhan Khusus dari Dinas Kesehatan Kab/Kota.

            Kesehatan anak dalam program pembangunan kesehatan difokuskan untuk menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kualitas hidup anak, tanpa adanya diskriminasi yang berarti memberikan pelayanan kesehatan anak termasuk anak berkebutuhan khusus baik yang berada di SLB maupun institusi lain di masyarakat.

            Narasumber pertemuan ini adalah dr. Amel Yanis, SpKJ (K) dari psikiatri Fakultas Kedokteran Unand dan juga mendatangkan narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

            Tujuan Pertemuan ini antara lain meningkatkan keterampilan Pengelola Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dalam pelayanan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus, meningkatkan akses pelayanan serta meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor terkait pelayanan kesehatan anak berkebutuhan khusus.

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.