Dinkes Riau Adakan Pertemuan Orientasi Pencegahan dan Penangganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan

Pekanbaru (dinkes.riau.go.id) - Dinkes Provinsi Riau melalui Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kerjanya mengadakan Pertemuan Orientasi Pencegahan dan Penangganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan. Pertemuan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 7 s.d 9 Agustus 2019 di Hotel Premieer Pekanbaru.

Acara dibuka langsung oleh Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Riau Drs. Dedi Parlaungan, MH yang didamping oleh Plt. Kasi Kesling dan Kesja Dinkes Prov. Riau Warham, S. Kep selaku ketua panitia, Rabu (07/08/2019).

Dalam laporan ketua panitia Warham, S. Kep menyebutkan alasan pertemuan ini dilaksanankan karena  "pada tahun 2018 di Provinsi Riau tercatat 4 Kabupaten/Kota yang mengalami KLB antara lain Kota Pekanbaru, Kabupaten Kuansing, Kabupaten Inhil, dan Kabupaten Kampar yang diakibatkan oleh Jajanan di Sekolah dan makanan rumah tangga dalam acara pesta/perkawinan" sebutnya.

“Pertemuan ini di ikuti oleh 64 orang peserta dari 12 Kabupaten/Kota dan Provinsi. Dimana pertemuan ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas kesehatan dalam melaksanakan pencegahan dan penanganan KLB keracunan pangan serta mampu melakukan investigasi KLB Keracunan Pangan” ungkap Warham, S. Kep disaat menyampaikan laporan ketua panitia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Riau Drs. Dedi Parlaungan, MH menyebutkan bahwa “ kecenderungan KLB (Kejadian Luar Biasa ) Keracunan Pangan sebagian besar masih bersumber dari pangan siap saji” sebutnya.

Kejadian Luar Biasa yang diakibatkan keracunan pangan pada 4 (empat) tahun terakhir kecenderungan masih diatas 100 kejadian setiap tahunnya. Besarnya jumlah penduduk dan tingginya kepadatan penduduk merupakan salah satu factor resiko yang mempengaruhi.

Beliau juga menyebutkan bahwa "Berdasarkan jenis pangan, umumnya yang menjadi sumber terjadinya KLB berasal dari olahan rumah tangga (37%) dan pangan jajanan (35%)” ungkapnya.

"Dari hasil investigasi menunjukkan bahwa proses pengelolahan pangan yang belum terpenuhi higiene sanitasinya menjadi salah satu faktor risiko terjadinya KLB Keracunan Pangan" ucapnya.

Diakhir pidato sambutannya Drs. Dedi Parlaungan, MH menyampaikan harapannya dengan dilaksanakannya Orientasi Pencegahan dan Penangganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan, agar dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi Petugas dari Kabupaten/Kota dalam mewujudkan keberhasilan penanggulangan KLB Keracunan Pangan khususnya bagi petugas Tim Gerak Cepat (TGC) Investigasi KLB.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.