Dinkes Riau Adakan Pertemuan Evaluasi Dan Validasi Data HIV-AIDS Dan IMS Kab/Kota Di Provinsi Riau Tahun 2020

Program penanggulangan HIV-AIDS mempunyai visi untuk menghentikan AIDS pada tahun 2030 dengan slogan 3 (three) zero yaitu: zero infeksi HIV baru, zero kematian akibat AIDS dan zero diskriminasi. Untuk mencapai tujuan tersebut diterapkan pendekatan 90-90-90 atau ‘fast track’, yaitu menemukan 90% dari perkiraan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang ada melalui tes HIV, mengobati 90% ODHA yang ditemukan dan memastikan 90% dari ODHA yang diobati mengalami supresi virus (tidak terdeteksi dengan pemeriksaan ‘viral load’).

Hasil monitoring data HIV-AIDS sampai dengan bulan Desember 2019 diketahui “90 (ninety)” yang pertama yaitu ODHA yang mengetahui status HIV masih mengalami kesenjangan (gap),dimana ODHA yang ditemukan hanya 37,4% dari estimasi ODHA Provinsi Riau yaitu 16.235 orang.

            Tahun 2019 Provinsi Riau memiliki target SPM (Standar Pelayanan Minimal) 361.708 orang yang rentan terinfeksi HIV untuk diberikan layanan HIV sesuai standar yaitu ibu hamil, pasien TB (Tuberkulosis), pasien IMS, WPS , LSL, Waria, Penasun dan WBP, dengan capaian sampai dengan Desember 2019 hanya 18%. Tidak hanya capaian SPM, layanan Triple Eliminasi yaitu upaya pencegahan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari ibu hamil ke bayi di Provinsi Riau capaiannya juga belum mencapai standar, dimana skrinning HIV pada ibu hamil 26,7%, Sifilis 0,7% dan Hepatitis B 31,2%.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau melalui program Pencegahan Penyakit Menular mengadakan Pertemuan Evaluasi Dan Validasi Data HIV-AIDS Dan IMS Kab/Kota Di Provinsi Riau Tahun 2020 di Hotel Royal Asnof yang diadakan pada tanggal 25-28 Februari 2020 lalu.

Kedinkes Riau, Dra. Mimi Yuliani Nazir mengharapkan kesinergian Kab/Kota dalam merencanakan upaya penanggulangan yang efektif yang memberi daya ungkit nyata terhadap capaian program sera agar memfasilitasi kebutuhan faskes memberikan pelayanan standar sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal HIV. Acara ini diikuti oleh 32 orang peserta dari 12 Kab/Kota di Provinsi Riau.

Menurut Laporan Ketua Panitia, Kasi P2P, Ertawati, Pertemuan ini bertujuan antara lain Melakukan sosialisasi kebijakan dan strategi Program HIV-AIDS, Melakukan evaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) program HIV-AIDS dan IMS kab/kota tahun 2019, Melakukan evaluasi rencana akselerasi ARV kab/kota tahun 2020, Melakukan sosialisasi tentang pengelolaan logistic program HIV-AIDS dan IMS, Melakukan asistensi terhadap target SPM dan stock logistic tahun 2019 dan kebutuhan logistic tahun 2020, Melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru, Melakukan review tentang penatalaksanaan Infeksi Menular Seksual, Melakukan asistensi tentang mentoring program HIV-AIDS dan IMS, Melakukan review tentang pemeriksaan early infant diagnostic (EID), Melakukan klarifikasi data kasus AIDS kab/kota tahun 2019, Melakukan validasi laporan layanan HIV-AIDS dan IMS, Menyusun rencana tindak lanjut (RTL) dan kesepakatan.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.