Demi Tingkatkan Kesadaran Khususnya Pemuda dan Pemerintah Terhadap HIV AIDS, Dinkes Riau Gelar Serangkaian Acara Dalam Memperingati Hari HIV AIDS

Indonesia menempati posisi ketiga dengan pertumbuhan penyebaran HIV paling besar di antara negara-negara Asia Pasifik. Menurut Country Director UNAIDS Indonesia, Krittayawan Boonto. 23% dari pertumbuhan penyebaran HIV di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, berasal dari anak muda. Hal tersebut terjadi karena mereka tidak mendapatkan informasi yang cukup baik soal HIV. Keterbatasan informasi juga membuat Orang dengan HIV AIDS (ODHA) tak mengetahui status penyakit yang mereka derita.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pengurus komisi penanggulangan AIDS Provinsi Riau tahun 2019. Menurut Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution bahwa sosialisasi ini sangat penting dilakukan mengingat dampak dan efek dari AIDS ini sangat berbahaya dan menakutkan. Karena itu semua pihak perlu menyadarkan masyarakat terutama generasi muda akan bahaya AIDS ini.

Kasus HIV AIDS di Provinsi Riau saat ini sangat memprihatinkan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penemuan kasus HIV AIDS hingga September 2019, Provinsi Riau menempati urutan 11 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Dari data yang di kumpulkan Dinas Kesehatan Provinsi Riau hingga bulan Agustus 2019 lalu, telah ditemukan 5.859 orang yang terkena HIV AIDS Odha yang sudah berada pada stadium AIDS. Karakteristik temuan HIV AIDS pada Provinsi Riau mengarah pada populasi umum. Dimana jumlah terbesar itu ada di Pekanbaru dengan temuan kasus sebanyak 1.767 orang. Jika dikelompokkan pada temuan kasus HIV AIDS paling banyak ditemukan pada kelompok usia antara 25 - 45 tahun. Artinya banyak yang masih usia produktif.

Kamis, (12/12/2019). Dinas Kesehatan Provinsi Riau bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Riau menggelar beberapa kegiatan bertempat di Halaman STIKes Hang Tuah Pekanbaru untuk memperingati Hari Aids Sedunia (HAS).

Dimulai dengan Apel bersama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM  mengatakan Tema Global HAS tahun 2019 adalah Communities Make the Difference. Tema ini mengingatkan pentingnya peran komunitas, termasuk lembaga swadaya masyarakat, dalam Penanggulangan AIDS, yaitu dalam pemberian layanan HIV, penegakkan hak asasi manusia, dan pendampingan ODHA dalam pengobatan. Kita menyerap tema global ini dengan ungkapan Bersama Masyarakat Meraih Sukses Menuju Riau BERSATU (Berdaya saing, Sejahtera, Bermartabat dan Unggul). Dengan tema ini Pemerintah Provinsi Riau dan para mitra  mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meraih sukses dalam mencapai three zeros pada tahun 2030, yaitu zero pertama adalah tidak ada kasus infeksi HIV baru, zero kedua adalah tidak ada kematian akibat AIDS dan zero ketiga adalah tidak ada stigma dan diskriminasi pada ODHA.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.