Cegah Stunting Dengan Memanfaatkan Pelayanan Kesehatan Tradisional

Kondisi konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 di Indonesia menunjukkan 1 dari 5 ibu hamil kekurangan gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang kalori dan protein, 7 dari 10 Balita kurang kalori, serta 5 dari 10 Balita kurang protein ( Hasil Riskesdas 2013). Untuk itu perlu ada pemantauan kesehatan terhadap masyarakat, termasuk pemantauan gizi masyarakat untuk menurunkan angka stunting sejak kehamilan ibu oleh petugas Puskesmas.

Pada acara Seminar Sehari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan Memanfaatkan Pelayanan Kesehatan Tradisional untuk Mencegah Stuntingyang ditaja oleh Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) Palembang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru Senin (15/04/19), dijelaskan bahwa Tim Nasional Penanggulangan dan Penurunan Kemiskinan (TNP2K) telah menetapkan 100 Kab/Kota wilayah prioritas di tahun 2018 dan 60 Kab/Kota di tahun 2019. Untuk Provinsi Riau sendiri, terdapat 6 Kab/Kota prioritas antara lain Kab. Rohul, Kab. Inhu, Kab. Inhil, Kab. Rohil dan Kab. Bengkalis.

Banyak cara peningkatan kesehatan masyarakat untuk hidup sehat dalam menurunkan angka stunting salah satunya dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional. Peserta yang hadir dari  8 puskemas yang tersebar  di Pekanbaru, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru serta dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau diharapkan nantinya mampu meningkatkan ilmu dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan kesehatan tradisional di masing-masing Puskesmas dalam rangka menunjang Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang di canangkan Pemerintah.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Yohanes, M.Si mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau berharap dari acara ini dapat terciptanya inovasi serta memenuhi tuntutan pengembangan pelayanan kesehatan tradisional sebagai alternatif pengobatan bagi masyarakat.

 

 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.