Cegah Kasus DBD Semakin Bertambah, Kadiskes Riau Minta Masyarakat Galakkan Program 1 Rumah 1 Jumantik, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), 3 M Plus

Pekanbaru – Penyakit DBD di Riau perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Sebab dari data yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Riau ternyata terjadi kenaikan kasus jika dibandingkan dengan priode yang sama dengan tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM membuka secara langsung serta menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit di Wilayah Pelabuhan Dan Bandara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit DBD yang ditaja oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru bertempat di Hotel Aryaduta, Selasa, (05/03/2019).

Dalam kegiatan ini, Kadiskes Riau mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi Riau saat ini juga tengah melakukan pencegahan dengan menggalakan Program 1 Rumah 1 Jumantik, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3 M Plus.

Dra. Hj Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM juga berpesan kepada peserta dan lintas sektor serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih intensif melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sesuai dengan INPRES Nomor 1 Tahun 2017.

Serta Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah melakukan kebijakan-kebijakan untuk mencegah serta mengendalikan kasus DBD, berikut kebijakannya :

  • Penyelidikan Faktor Risiko yaitu dengan melakukan pengamatan lingkungan sekitar tempat yang dicurigai sebagai tempat penularan serta pengamatan perilaku masyarakat.
  • Survei Jentik yang dilakukan disetiap kasus positif malaria.
  • Pengendalian vektor yaitu dengan gerakan 1 rumah 1 jumantik, fogging fokus pada wilayah ditemukan kasus DBD, penggunaan larvasida untuk memberantas jentik nyamuk dan penggunaan tumbuhan anti nyamuk.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.