AKUPRESUR MERUPAKAN SALAH SATU JENIS PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KETERAMPILAN

Pekanbaru (dinkes.riau.go.id) - Pijat telah dikenal oleh masyarakat sejak dahulu kala sebagai bagian dan upayah membuat mereka lebih sehat dan telah memberi andil yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan.

Dimana salah satu pelayanan kesehatan tradisional jenis keterampilan yang banyak berkembang dalam masyarakat adalah pijat (Akupresur). Akupresur merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan tradisional keterampilan. Sampai tahun 2019 jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas yang telah mengikuti Pelatihan akupresur sebanyak  75 orang yang berasalbdari 12 Kab/Kota di Provinsi Riau.

Minggu (17/11/2019) , Dinas Kesehatan Provinsi Riau melalui Seksi Pelayanan dasar dan tradisional nya bekerja sama dengan Upt. Bapelkes melaksanakan Pelatihan Teknis Tenaga Kesehatan Akupresur di Puskesmas di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Untuk wujudkan indikator Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019 terkait pelayanan kesehatan tradisional khususnya pelayanan Akupresur perlu dilakukan penambahan kopetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan sehingga pelayanan kesehatan tradisional yang telah aman dan bermanfaat bagi kesehatan dapat dilaksanakam di fasilitas pelayanan kesehatan khusus nya fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Puskesmas.

Pelatihan Teknis Tenaga Kesehatan Akupresur di Puskesmas dibuka oleh Kepala Dinas kesehatan Provinsi Riau yang diwakil oleh Kabid Pelayanan Kesehatan dr. Yohanes, M. Si.  Dimana beliau didampingi oleh Ka Upt. Bapelkes Dinkes Riau Dra. Irnanita serta Kasi Yandas dan tradisional Fitria Octariata,  S. Farm. Apt dan Kasi Penyelenggara Diklat Upt. Bapelkes Affan, S. Sos.

dr. Yohanes, M. Si.  dalam pidato sambutannya menyebutkan bahwa “Pelayanan kesehatan tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang selama ini tumbuh dan berkembangan serta terpeliharanya secara turun menurun dikalangan masyarakat , digunakan sejak dahulu sampai kini dengan kecenderungan yang terus meningkat” sebutnya

Dimana berdasarkan peraturan pemerintahan Republik Indonesia Nomor 103 tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan tradisional yang bersinergi dengan pelayanan kesehatan konvensional, serta membangun sistem pelayanan kesehatan konvensional di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tradisional, memberikan perlindungan kepastian hukum bagi pengguna dan pemberi pelayanan kesehatan tradisional.

Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 7 hari mulai dari tanggal 17 s. d 23 November 2019. Peserta dalam pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peserta dari 12 Kab/Kota yang ada di Provinsi Riau.

Jenis Publikasi: 

Zircon - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.